Bercumbu pilu

Ketika kau mencintai, kau membuang banyak waktu.

Ada rasa rindu pada waktu terdahulu, sebelum mengenalkan kau padanya lebih dulu.

Sudah puaskah kau diamkan waktu? Aku memperhatikanmu terbangun dengan nafas dan detak jantung yang terdengar saling mendului.

Tergambar jelas sejak dulu kau diami mereka, alam yang sering kau kulum.

Kini kau di bawa waktu, menangis tak menentu.

Saat ranjangnya kosong dan kau menyatu.

Ku bilang rasa itu satu, pergi atau bertemu.

Namun kau tetap membatu, selalu mendekap si tak mutu.

Itulah lelaki yang  sering kau tuntut.

Terkadang tamparan sedikit menyakiti, meski hanya ingin sedikit menyadari.

Sedikit lama-lama menjadi bukit.

Mari kita saling mencintai diri sendiri, menerbangkan kata-kata dan mengerjakan hal-hal yang mudah di ingat sambil melumat habis komitmen mencintai.

Buncit, September 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: