Pemakan Segalanya!

 

“Barangkali seperti ini perasaanku kepadanya. Tidak pernah berubah meskipun aku telah berusaha meyakinkannya dengan berbagai cara bahwa ia telah menjauh dari kehidupanku. Aku mampu meyakinkan semua orang bahwa aku tidak lagi mencintainya kecuali diriku sendiri”-Aan mansyur.

Ia terlahir dari ribuan bualan, ucapan-ucapan pemikat aura juga aurat. Aku ingin menggrogoti sebagian fungsi untuknya berpikir lalu menelannya seperti malam yang ia kulum habis tak menyisa.

Seperti cuaca, ia lebih tak pasti dari perkiraan yang terus berucap selamat tinggal saat kecupan itu terasa semakin hangat pada sepanjang hari sebelum ia pergi selesai melahapnya habis.

Pada sepanjang hari, semenjak ia mengingini jarak, aku akan dengan senang hati menjadi ketiadaan yang lenggang bagi hati dan ranjangnya bergerak.

Aku menjadi ketiadaan bagi lenggang hatinya untuk menyimpan rindu-rindu pemburu, pada rintik juga rintih air yang membasuhi sekujur tubuh seperti hujan dan rumput yang menampar sedikit menikam memposisikan keraguan namun dalam terhunus.

Dalam pengingkaran, mengharap di titik waktu menunggu ia kembali. Sayangnya ia terlalu sibuk melupakan. Sepenting itu.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: