Botol Bir Dingin Dan Bait Yang Merintih

Ia lahir dari deraian air mata ibunya, ucapan-ucapan seorang wanita pemabuk. Mabuk kata munajat, tanpa kecupan juga kejutan. Tahun silih berganti, ia bertahan menenun kesunyian. Menyusuri gelap yang menggunung pekat. Ia merenung. Riuh mengecup ribut, ingatan ini sedekat merekat padanya, gambaran kasih yang terlalu jauh dari dekapan rangkulan lengan. Ketika ia berada pada titik paling... Continue Reading →

Advertisements

Selamat menikmati tubuhku

Detak waktu mencemooh hiruk pikuk hari ini. Melelahkan. Kau begitu nanar akan lelah, tersungkur melihatku. Menyambar kepunyaanku, membuka setiap bagiannya. Memperhatikan liukannya, membaca lebih dalam isi dalam tubuhku. Lebih dalam, tersenyum nakal. Kau membukanya, kau membukaku. Aku menikmatinya, memperhatikanmu. Kau jamah lebih khusyuk, sesekali tersenyum terbuai. Nirwana melukiskan dermaga berwarna merah yang tak kelabu namun... Continue Reading →

Lara Semestamu

Aku mengenalnya, gelas yang bentuknya cembung dan tangkai panjangnya serta aroma isi di dalamnya. Kali ini, aku tersungkur merinduinya. Suatu hari aku mengenalnya, aromanya sengit, aku tak suka aromanya-kataku dulu. Aku tidak mencintai gelasnya, aku merindukan aromanya-apalagi isinya. Aroma yang dulu tak kusukai, hingga kepada sepi ku renggangkan tubuh menepi bersamanya. Kini ia selalu bersama... Continue Reading →

Yogyakarta: Life is a beautiful ride.

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kota Yogyakarta? Malioboro? gudek? angkringan? kota kesenian dan budaya yang kental? kota pelajar dan ramahnya para penduduk? kedai kopi?  banyak ya. Gue sendiri yang pengetahuan travlingnya sangat amatiran dan cuma denger dari orang-orang yang tinggal disana atau cuma sekedar baca-baca artikel orang-orang yang kerjaannya jalan-jalan kayak  Alexander... Continue Reading →

Hujan mati

Tusuklah aku tepat disini, di ulu hati. Agar aku mati meninggalkan si buah hati juga hati yang mati. Rasa ini telah mati, di alam lain sudah menanti. Si lain hati. Aku tidak akan membahas hati, karna mati yang ku nanti. Namun jika mati, sudah pasti hatiku mati. Jangan salahkan aku bicara soal hati, karna bukan... Continue Reading →

Bercumbu pilu

Ketika kau mencintai, kau membuang banyak waktu. Ada rasa rindu pada waktu terdahulu, sebelum mengenalkan kau padanya lebih dulu. Sudah puaskah kau diamkan waktu? Aku memperhatikanmu terbangun dengan nafas dan detak jantung yang terdengar saling mendului. Tergambar jelas sejak dulu kau diami mereka, alam yang sering kau kulum. Kini kau di bawa waktu, menangis tak... Continue Reading →

Kenapa cowo suka berambut gondrong?

Dari banyak sumber yang gue dapet, gondrong itu keren. Gondrong itu melambangkan kemachoan luar dalem. Cih!  Malahan menurut gue, gondrong itu adalah hal terurak-urakan kesekian setelah gue ngeliat ada orang yang makan gak cuci tangan abis pup. njir!  Gue anti cowok gondrong, gue rela putus sama pacar gue karna dia gondrong. Atau yang lebih paitnya... Continue Reading →

Sang Demonstran: Soe Hok Gie

sempet kemaren review ulang film yang berlatar belakang mengenang salah satu seorang Aktivis Mahasiswa yg namanya sudah sangat kondang, Soe Hok Gie. Dalam film tersebut ia menulis di buku hariannya :Guru model begituan, yang tidak tahan dikritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau. Begitu tulisan anak muda... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑